
| Manager PLN UP3 Pontianak, Shofwan Juniardi, memberikan penjelasan kepada Wakil Menteri Ketenagakerjaan RI, Dr. Ir. H. Afriansyah Noor, M.Si.,IPU., mengenai tren peningkatan penggunaan kendaraan listrik di Kota Pontianak. Dalam pemaparannya, Shofwan menyampaikan bahwa jumlah transaksi pengisian daya di SPKLU UP3 Pontianak terus menunjukkan pertumbuhan positif seiring meningkatnya minat masyarakat terhadap kendaraan listrik, didukung oleh ketersediaan infrastruktur pengisian daya yang semakin luas dan mudah diakses melalui aplikasi PLN Mobile.(FOTO/DOK/PLN) |
energikita.id – Komitmen PT PLN (Persero) dalam mempercepat pengembangan ekosistem kendaraan listrik _(Electric Vehicle/EV)_ di Indonesia mendapat apresiasi dari pemerintah. Dalam kunjungan kerjanya ke Kota Pontianak, Wakil Menteri Ketenagakerjaan Republik Indonesia, Dr. Ir. H. Afriansyah Noor, M.Si., IPU., meninjau langsung Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) PLN UP3 Pontianak pada Rabu (10/6).
Kunjungan tersebut menjadi momentum untuk melihat secara langsung kesiapan infrastruktur kendaraan listrik yang telah dibangun PLN di Kalimantan Barat. Dalam kesempatan itu, Wamenaker juga berdialog dengan petugas PLN dan pengguna kendaraan listrik yang tengah melakukan pengisian daya.
Afriansyah Noor mengapresiasi langkah PLN yang terus memperluas jaringan SPKLU hingga ke berbagai wilayah strategis, termasuk kawasan perbatasan negara. Menurutnya, ketersediaan infrastruktur pengisian daya yang andal dan mudah diakses menjadi faktor penting dalam meningkatkan kepercayaan masyarakat untuk beralih dari kendaraan berbahan bakar fosil ke kendaraan listrik.
“Saya sangat mendukung penggunaan kendaraan listrik dibandingkan kendaraan konvensional karena lebih hemat, efisien, dan ramah lingkungan. Kehadiran SPKLU menunjukkan kesiapan PLN dalam mendukung mobilitas kendaraan listrik di Indonesia,” ujar Afriansyah.
Ia menambahkan, sinergi antara PLN, pemerintah, pelaku industri, dan seluruh pemangku kepentingan perlu terus diperkuat guna mempercepat pengembangan energi hijau dan transisi energi nasional.
“Kolaborasi yang kuat akan menjadi kunci dalam mendorong pengurangan emisi karbon dan mewujudkan masa depan energi yang lebih bersih dan berkelanjutan,” tambahnya.
Manager PLN UP3 Pontianak, Shofwan Juniardi, mengatakan PLN terus memastikan seluruh SPKLU beroperasi secara optimal guna memberikan kenyamanan dan kemudahan bagi pengguna kendaraan listrik.
“Melalui aplikasi PLN Mobile, masyarakat dapat dengan mudah menemukan lokasi SPKLU, memantau ketersediaan charger secara real time, hingga melakukan transaksi pengisian daya. Kemudahan ini kami hadirkan untuk mendukung pengalaman pengguna kendaraan listrik yang semakin nyaman, praktis, dan efisien,” jelas Shofwan.
Salah satu pengguna kendaraan listrik asal Pontianak, Jimmy, mengaku semakin yakin beralih ke kendaraan listrik karena dukungan infrastruktur yang terus berkembang.
“SPKLU PLN mudah ditemukan melalui PLN Mobile dan proses pengisian dayanya sangat praktis. Selain lebih hemat untuk biaya operasional, kendaraan listrik juga nyaman digunakan untuk aktivitas sehari-hari,” ungkap Jimmy.
Sementara itu, General Manager PLN UID Kalimantan Barat, Maria G.I. Gunawan, menegaskan bahwa pengembangan ekosistem kendaraan listrik merupakan bagian dari komitmen PLN dalam mendukung transisi energi nasional serta pencapaian target _Net Zero Emissions_ (NZE) Indonesia.
“Kehadiran SPKLU yang semakin luas merupakan langkah strategis untuk membangun ekosistem kendaraan listrik yang kuat, terintegrasi, dan berkelanjutan. Kami ingin memastikan masyarakat Kalimantan Barat dapat merasakan manfaat transisi energi melalui akses yang semakin mudah terhadap kendaraan listrik dan infrastruktur pendukungnya,” ujar Maria.
Maria menambahkan, hingga saat ini PLN telah mengoperasikan 58 unit SPKLU yang tersebar di berbagai lokasi strategis di Kalimantan Barat. Posisi Kalimantan Barat sebagai wilayah perlintasan internasional menjadikan pengembangan SPKLU tidak hanya mendukung mobilitas masyarakat, tetapi juga memperkuat konektivitas kendaraan listrik hingga kawasan perbatasan negara.
“PLN akan terus memperluas infrastruktur kendaraan listrik guna mendukung pertumbuhan pengguna EV, mempercepat dekarbonisasi sektor transportasi, serta mendorong terwujudnya ekosistem energi bersih yang berkelanjutan di Kalimantan Barat dan Indonesia,” tutup Maria. (*)
